Apa itu Depensi Linux?


Apa itu Depensi Linux?. Sebelum anda membaca banyak tutorial linux lebih baik anda mengenal dulu istilah yang satu ini yaitu Dependency (dependensi). Bisa diartikan ketergantungan. Di Linux, dependensi berarti paket lain yang dibutuhkan untuk menjalankan sebuah paket.

Misalnya, paket d memiliki dependensi terhadap paket a, paket b, dan paket c. Paket d akan berjalan dengan baik jika kita menginstall paket a, paket b, dan paket c. Ketiga paket tersebut harus diinstall agar paket d berfungsi baik dan maksimal.

Dependensi kadang-kadang menjadi sesuatu yang menyebalkan, apalagi jika distributor memanajemen dependensi dengan buruk.

Misalnya di Ubuntu. Paket "ubuntu-desktop" meminta dependensi lebih dari yang dibutuhkan. Padahal, jika beberapa paket tidak diinstall (diikutkan sebagai dependensi), ubuntu tidak bermasalah saat berjalan. Paket-paket yang saya maksudkan adalah paket-paket semacam gnome-games. Paket-paket sejenis ini (tidak urgent) biasanya saya un-install.


Bagaimanapun, developer Ubuntu mengeset dependensi berdasarkan kemampuan PC atau kondisi saat ini secara umum.

Linux tidak semata-mata terdiri dari satu paket yang bisa berjalan sendiri dan tidak membutuhkan paket lainnya. Linux sendiri merupakan kesatuan dari kernel, aplikasi, karya seni, dan struktur yang saling berkaitan. Setiap paket memegang peranan penting dalam membentuk Linux.

Dependensi biasanya sering berkaitan dengan penggunaan library. Developer di Linux biasanya berkonsentrasi untuk mengembangkan aplikasinya sendiri, tanpa memusingkan pembuatan untuk menyertakan library yang bersangkutan.

Inilah mengapa, hanya dengan 2 Gb space hardisk, kita mendapatkan sebuah sistem yang kompak dan lengkap saat selesai menginstall Linux. Bandingkan dengan Windows XP, space 2 Gb terpakai hanya untuk OSnya saja.

Dependensi juga bisa berkaitan dengan artwork. Bisa saja sebuah set ikon digunakan bersama-sama oleh sebuah aplikasi (misalnya desktop).

Karena sifat-sifat di atas, saya meringkas keuntungan dependensi adalah:



1. Kemudahan pemaketan sebuah aplikasi. Aplikasi tersebut tidak perlu mem-paketkan library bersama-sama aplikasi sehingga ukuran aplikasi bisa diringkas.

2. Fleksibilitas aplikasi. Di luar dependensi default, ada dependensi recommended atau suggested. Dua dependensi ini akan melengkapi kemampuan aplikasi yang bersangkutan jika paket-paket yang dimaksud di install. Contohnya, aplikasi file-roller (manager arsip gnome), merekomendasikan unrar, p7zip, arj, dan lainnya.

4. Memudahkan pelayanan support berkaitan dengan aplikasi.

5. Memudahkan penangan advokasi berkaitan dengan lisensi.

Sekian Tutorial Linux - Apa itu Depensi Linux?
Previous
Next Post »
Thanks for your comment